Sosial
Baznas Kuningan ‘Pilot Project Nasional’
- Details
- Published on Tuesday, 16 September 2014 18:50
- Written by Ade
- Hits: 30617
Kuningan Terkini - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan yang dikomandoi Uba Subari menjadi pilot project nasional dalam pengembangan SiMBA atau Sistem Manajemen Informasi Baznas. Hal ini terungkap ketika kunjungan Tim IT Baznas RI ke kantor Baznas Kuningan, Selasa (16/9/2014).
Menurut Ketua Baznas Kuningan, H Uba Subari AK, Kedatangan Tim IT Baznas RI yakni Dwi dan Tio ke Kuningan, untuk memberikan pelatihan serta pengarahan kepada staf Baznas Kuningan.
“Untuk Jawa Barat, yang jadi pilot project nasional terkait SiMBA ini hanya Kuningan dan Sukabumi. Kita patut berbangga. Karena se-Indonesia hanya ada 5 kabupaten yang jadi pilot project SiMBA ini. Salah satunya Kuningan,” ungkapnya diamini staf Baznas Kuningan.
Sementara itu, Tim IT Baznas RI, Tio mengatakan, SiMBA merupakan sebuah sistem yang menjadi terobosan baru dalam hal memenuhi peran koordinator zakat nasional bagi terciptanya sistem pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel di seluruh Indonesia. Di dalam SiMBA ada dua sistem, yaitu Sistem Informasi Operasional (SIO) dan Sistem Informasi Pelaporan (SIP).
“Masing-masing BAZNAS dan LAZ menggunakan SIO untuk operasi sehari-hari dengan pendekatan kas masuk dan kas keluar. Dalam kas masuk, antara lain, dapat di-input data base muzaki, transaksi penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). Sedangkan dalam kas keluar, bisa di-input data base mustahik dan penyaluran ZIS,” paparnya.
Lebih jauh Tio menjelaskan, dengan data based yang di-input oleh Baznas kabupaten/kota, maka Baznas provinsi akan bisa membaca laporan dari seluruh kabuten/kota yang ada dalam wilayahnya, begitu juga Baznas Pusat. Ia bisa tahu tentang laporan Baznas provinsi dan kabupaten/kota.
“Inilah kemudian yang akan menjadi sistem informasi pelaporan (SIP) yang sudah terintegrasi, berbeda dengan SIO yang berada di masing-masing Baznas atau tidak terintegrasi,” terangnya.
Dengan demikian sambung Tio, akan lahir laporan zakat nasional dengan standar yang transparan, akuntabel dan mudah diakses melalui web masing-masing Baznas (pusat, provinsi,kota/kabupaten) dan LAZ. Dengan Simba, Bazda dan Baznas dituntut untuk memberikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Selain itu, nantinya publik juga akan dapat mengetahui penghimpunan dan penyaluran zakatnya dengan login melalui website Bazda atau Baznas tempatnya menyalurkan zakat.
“Setiap muzakki pun nantinya akan mendapat nomor pokok wajib zakat (NPWZ) serta memperoleh password. Sehingga akan bisa mengecek sendiri penyaluran zakatnya. Namun kini tahap tersebut masih dalam pengembangan,” ungkapnya.
Berkaitan dengan SiMBA, setidaknya ada lima kabupaten/kota dan tiga provinsi yang menjadi pilot project Simba oleh Baznas RI. Yaitu Sijunjung, Serang, Sukabumi, Kuningan, Berau, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. (DHE)




