Sosial
Umat Diajak Selalu Bershalawat Kepada Rasul
- Details
- Published on Tuesday, 11 November 2014 18:12
- Hits: 27820
Kuningan Terkini - Pengajian rutin malam selasa yang digelar Majlis Rasulullah SAW Jabar kembali hadir di tengah kota Kuningan tepatnya di Masjid Syiarul Islam Kuningan, Senin malam (10/11/2014). Tampak ribuan jamaah majlis dari seluruh pelosok Kuningan juga.
Hadir sebagai pengasuh majlis Habib Quraisy Baharun, Habib Syeh Al Habsy, Habib Husein, Ketua DKM Masjid Syiarul Islam, Kapolsek Kuningan Kompol Endin Wahyudin, Kapolsek Ciawigebang Kompol Erawan Kusmayadi dan para ulama dan umaro lainnya.
Dalam kesempatan itu, Habib Husein yang datang dari Yaman memberikan ceramahnya, saat sebelum Habib Quraisy Baharun memberikan ilmu agama kepada ribuan jamaah yang hadir. Dalam tausyiahnya disampaikan, ketika kalian lewat di depan majis yang mana terdapat taman-taman surga maka mampirlah. Ditanya oleh seorang sahabat nabi, apa itu kebunan-kebunan surga oleh rasulullah, didalam riwayat dikatakan majlis dzikir.
“Puji dan puja kepada Allah SWT yang telah menghadirkan kita di majlis ini. Karena di majlis ini terkumpul dua-duanya, yang pertama kita berdzikir kepada Allah SWT, kita bershalawat kepada Rasulullah SAW karena bershalawat kepada rasulullah merupakan dzikir kepada Allah SWT,” jelasnya.
Sementara Habib Quraisy Baharun saat menyampaikan tausyiah dihadapan ribuan jamaah majlis sempat menceritakan, sudah lebih dari 14 tahun, salah satu kota yang berada di Republik Yaman yakni kota Tarim atau kota yang dinamakan kota kesucian, kota kebersihan, kota ilmu, kota cahaya dan kota para wali.
“Yang kami sebelum 14 tahun yang lalu belajar bersama dengan Habib Syeh, Kyai H Khoerul Karim, Kyai H Mustofa, kami seakan-akan disadarkan betapa bahwa sesungguhnya apa yang dilihat semuanya, pada malam hari ini tidak lain dan tidak bukan tetapi justru keseluruhannya adalah keberkahan yang telah dititipkan oleh guru-guru kami, pada saat kami ijin untuk meninggalkan kota tersebut untuk pulang ke negeri kami,” ungkap Habib Quraisy.
Habib juga menuturkan, beliau (Guru Habib Quraisy, red) saat itu sempat memberikan amanah kepada para muridnya bahwa jangan sampai pulang ke negeri asal hanya dengan ilmunya saja, tetapi pulanglah ke negeri tanah air dengan taqwanya kepada Allah SWT.
“Maka pulanglang ke negerimu dengan cahayanya tawadlu, dan bukan dengan cahayanya hafalan dan pemahaman. Karena sesungguhnya, yang membedakan kami dengan mereka adalah bagaimana semakin kami memahami ilmu agama, maka kami jadi semakin tahu bahwa diri kami adalah kotor, diri kami banyak berdosa, dan diri kami adalah bodoh,” ujar Habib saat menyampaikan pesan dari gurunya saat berada di Negeri Yaman. (AND)




