Sosial
Ironis, Bocah Dirantai Jadi Tontonan Warga
- Details
- Published on Friday, 08 May 2015 22:08
- Written by Andry
- Hits: 68169
Kuningan Terkini - Nasib malang yang diderita bocah usia 9 tahun warga Dusun Kliwon RT 003 RW 001 Desa Gunung Karung Luragung Kuningan, bernama Casimi (Imi) harus rela salah satu kakinya dirantai. Kejadian ini, membuat warga berbondong-bondong ingin melihat secara langsung keadaan bocah yang diduga memiliki kelainan psikologis dibandingkan anak-anak seusianya.
Selain menarik perhatian warga setempat, ternyata cukup mengundang rasa iba bagi sejumlah kalangan termasuk kelompok yang menamakan diri sebagai masyarakat peduli Imi. Selain itu, dinas terkait seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan tak ketinggalan menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi Imi yang kian memprihatinkan.
“Iya tadi juga ada dari Dinsosnaker dan Dinkes yang datang kesini untuk melihat langsung kondisi Imi. Sementara untuk menenangkan kondisi Cs tadi oleh dinas dikasih obat supaya tetap tenang tidak berontak,” kata Kaur Ekbang Desa Gunung Karung, Salim saat ditemui KaTer di tempat tinggal Cs, Jumat (8/5/2015).
Dari pengakuan keluarganya kata Salim, orang tua Imi merupakan pindahan dari Desa Tanjung Kerta Kecamatan Karangkancana, sejak tiga bulan yang lalu. Pihaknya juga tengah mengupayakan bantuan kepada dinas terkati namun masih terkendala administratif.
“Kita sebenarnya selalu membantu warga disini, memfasilitasi jika ada keluhan seperti membuat BPJS atau lainnya pasti kita urus. Bahkan kita mendampingi, tapi untuk Iwan orang tua dari Imi KTP nya masih warga Desa Tanjung Kerta,” katanya.
Karena itu lanjut Salim, pihaknya cukup kesulitan karena dinas sendiri meminta data administrasi lengkap dari dokumentasi kependudukannya. Bahkan, sampai saat ini desa tengah berusaha membuat KTP serta Kartu Keluarga (KK) orangtua Imi. Sementara orang tua Imi, Iwan mengaku tidak tega untuk memperlakukan anaknya dirantai seperti itu. Dirinya terpaksa melakukan hal tersebut karena tingkah laku anaknya yang kerap mengamuk dan melakukan hal aneh apabila dibiarkan bebas.
“Anak saya mengalami kelainan itu sejak baru belajar berjalan, sering mengamuk. Bahkan saya juga pernah hampir dipukul sama batu saat sedang tidur. Karena takut melukai atau merusak, jadi terpaksa diikat,” katanya.
Dirinya juga beberapa waktu sebelumnya, pernah membawa anaknya ke rumah sakit di Kuningan maupun di daerah Kota Bandung. Namun, hasil dari pemeriksaan dokter menyatakan bahwa anaknya tersebut tidak mengidap penyakit apapun.
“Sudah pernah membawa ke rumah sakit di Kuningan dan dibawa ke rumah sakit Hasan Sadikin di Bandung, tapi kata Dokter tidak ada penyakit apa-apa” pungkasnya.(AND)




Comments
You have some really great articles and I think I would be a good asset.
If you ever want to take some of the load off, I'd really like to write
some material for your blog in exchange for a link
back to mine. Please shoot me an email if interested. Many thanks!
RSS feed for comments to this post