Fri01052026

Last updateWIB3_TueAMWIBE_April+0700RAprAMWIB_0AMthWIB1777346359+07:00TueAMWIBE

Aneka

Ciremai Masih Berkobar, Pendaki Sedang Dievakuasi

Pendaki Ciremai yang sudah diievakuasi dari puncak ciremai.

Kuningan Terkini - Dari sisa pendaki yang terjebak di kawasan gunung Ciremai yang terbakar, 8 pendaki sudah dievakuasi, sisa 23 pendaki sedang dievakuasi, Kamis siang (08/08/2019). Upaya evakuasi terus dilakukan, karena kebakaran telah melalap Goa Walet,

Pos Simpang Apuy, dan Blok Syanghyang Ropoh. Sebanyak 60 petugas gabungan Kuningan dan Majalengka dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), BPBD, Pengelola Pendakian Gunung Ciremai (PPGC), dan relawan terus mengupayakan evakuasi dan pemadaman api. Mereka melakukan sterilisasi seluruh jalur pendakian demi keselamatan.

Kepala BTNGC Kuswandono S.Hut., M.P. menginformasikan tim gabungan sedang menyisir dan melakukan pemadaman api melalui empat jalur pendakian yakni Apuy di kabupaten Majalengka, Palutungan, Linggasana, dan Linggajati di kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

"Sampai kamis siang ini pukul 10.34, petugas gabungan juga masih memproses evakuasi 23 pendaki di jalur Palutungan yang sedang turun dari pos Tanjakan Asoy. Lima pendaki di jalur Linggajati pun saat ini sedang dievakuasi turun," terangnya.

Saat ini lokasi kebakaran hutan berada pada ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Posisi tersebut berada sekitar 20 meter di atas pos Sanghyang Ropoh. Bahkan Pos Simpang Apuy-Palutungan dilaporkan telah terlahap api pada sisi kanan dan kiri jalur pendakian.

Petugas kesulitan membawa peralatan pemadam seperti "jet shooter" dan mesin pompa air karena berada pada medan terjal, curam, dan tak tersedia sumber air di ketinggian tersebut. Kondisi ini tak mematahkan semangat Petugas gabungan, dengan menggunakan peralatan tangan seperti golok, cangkul, dan gepyok mereka membuat sekat bakar dan pemadaman langsung secara manual.

Kecepatan angin di kawasan puncak tercatat 8 Km/Jam dan arah angin yang terus berubah memicu meluasnya kebakaran hutan. Selain itu, angin tersebut juga menyebabkan loncatan bara api dari vegetasi tumbuhan sudah terbakar ke vegetasi yang belum terbakar. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing