Hukum
Polisi Simulasi Latihan Teror Bom
- Details
- Published on Friday, 19 December 2014 13:39
- Hits: 28878
Kuningan Terkini - Datasemen Gegana Brimob Polda Jabar melatih anggota kepolisian, Satpol PP dan petugas keamanan gereja di Kuningan, cara menanggulangi ancaman teror bom menjelang perayaan Natal. Dalam pelatihan sekaligus simulasi antisipasi teror bom yang digelar di aula Januraga Mapolres Kuningan ini, anggota polisi maupun pengaman Satpol PP juga diajari penggunaan alat metal detektor dan under vehicle mirror.
“Keamanan gereja juga perlu mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan jika ada ancamam bom, kami juga mendatangkan langsung instruktur dari Datasemen Sat Brimob Polda Jabar,” kata Kapolres Kuningan AKBP Joni Iskandar melalui Kabag Ops Kompol Taufik Asrori kepada KaTer usai menggelar pelatihan antisipasi teror Bom, Jumat (19/12/2014).
Dikatakan, dalam perayaan Natal 2014 dan tahun baru 2015 ini, pihaknya menempatkan personil gabungan yang dilengkapi dengan senjata di 15 gereja dan satu gedung Sanggariang yang akan digunakan ibadah oleh umat kristiani.
“H-1 gereja-gereja tersebut diamankan dan disterilisasi dengan metal detektor dan under vehicle mirror yang langsung di-back up dari Brimob Cirebon. Sementara, gereja-gereja di lokasi lainnya pengamanan oleh anggota polsek dan petugas keamanan gereja. Karena tidak semua gereja terkover Gegana, sterilisasi gereja yang berada di wilayah Kuningan akan dilakukan pada 23-24 Desember mendatang oleh Datasemen gegana Brimob Cirebon,” jelasnya.
Taufik menuturkan, untuk pengamanan Natal dan Tahun baru 2015, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 400 dari kepolisian resor Kuningan. Pengaman juga dibantu oleh TNI, Satpol PP, Dishub dan Senkom sebanyak 342 personil.
“Selain pengamanan gereja, pengaman juga dilakukan di lokasi-lokasi yang menjadi konsentrasi masa menyambut malam tahun baru, seperti di jalur pendakian dan obyek wisata,” sebutnya.
Sementara Ipda Ujang Rahmat SE dari Detasemen Sat Brimob Polda Jabar mengatakan, ada beberapa bentuk ancaman bom, seperti ancaman via telepon/surat, temuan benda mencurigakan dan ledakan, jika menerima ancaman tersebut, jangan panik, Jangan menyentuh barang yang dicurigai, jauhi tempat diketemukannya benda yang di curigai.
“Jika tindakan bila telah terjadi ledakan, jangan panik dan tetap untuk hati-hati bomb ke dua serta mengikuti arahan/ petunjuk petugas melalui system komunikasi yang ada rangka evakuasi menuju daerah yang aman,” ungkapnya.
Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi lanjut Ujang, pada sisi lain mempengaruhi berkembangnya trend ancaman atau serangan teroris berupa teror bom.
“Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan pengawasan yang baik, terkoordinasi dan terpadu dengan meningkatkan kehandalan sistem keamanan perusahaan, staf dan personil security yang terlatih sehingga dapat mengantisipasi mengatasi ancaman dan tantangan di masa datang,” pungkasnya. (AND)




