Hukum
Polres Giat Kamtibmas Berbasis Pertanian
- Details
- Published on Wednesday, 04 March 2015 20:15
- Written by Andry
- Hits: 34733
Kuningan Terkini - Jajaran kepolisian Polres Kuningan menggandeng sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani Sari Mekar Desa Cageur Darma Kuningan, untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan produktif bercocok tanam.
Dalam perjalanannya, kelompok tani binaan Polsek Darma itu berhasil menggarap lahan tidur seluas 120 meter persegi, menjadi lahan pertanian tanaman jahe gajah yang lebih produktif. Pengelolaan dalam pengolahan lahan pertanian yang ditanami jenis bibit Jahe Gajah itu menggunakan pupuk organik alami, yakni berupa pupuk kandang yang diproduksi dan diolah langsung dari para peternak yang berada di desa setempat.
“Jadi, hasil pupuk yang didapatkan dari kotoran ternak diolah oleh Sari Mekar untuk dijadikan pupuk jahe gajah, yang ternyata hasilnya lebih cepat,” Kapolres Kuningan AKBP Jhony Iskandar SIK didampingi Wakapolres Kompol Dian Setyawan SIK bersama beberapa anggotanya dan kelompoh tani Sari Mekar saat meninjau lahan pertanian jahe gajah, Rabu (4/3/2015).
Sebab lanjut Jhony, sebelumnya kadar tanah sebelum diberikan pupuk hanya berkadar rendah yakni PH 3, dan saat ini lahan tersebut sudah berubah menjadi PH 5,6.
“Kegiatan ekonomi berbasis pertanian ini juga sebagai upaya peran serta melaksanakan kegiatan kamtibmas yang berbasis pertanian. Kegiatan pertanian yang bisa meningkatkan perekonomian para petani,” ujarnya.
Dikatakan, Polres menggiatkan penerapan tersebut dikarenakan agar masyarakat memiliki kegiatan. Sehingga, kedepan dari kegiatan pertanian ini bisa meningkatkan perekonomian.
“Insya Allah, kegiatan pertanian ini bagus. Sehingga tindak kejahatan pun bisa kita hilangkan. Pembinaan kepada para petani jahe pun rutin dilakukan oleh Polsek Darma,” katanya.
Dengan membuka lahan tidur menjadi lahan produktif, pihaknya berharap bisa menciptakan peluang kerja baru bagi para petani maupun peternak.
“Pengelolaan tanaman jahe sangat menguntungkan. Sebab, dari keterangan kelompok tani Sari Mekar, dari lahan 900 meter persegi, dengan modal Rp 20 juta, bisa maraup keuntungan hingga Rp 90 juta dalam jangka waktu 8 bulan,” sebutnya.
Masih di tempat yang sama, salah seorang petani Jahe Gajah, Ganda menuturkan, lahan pertanian yang berbatasan dengan Majalengka ini baru ditanami tanaman Jahe Gajah sejak 4 bulan yang lalu. Jika dalam areal lahan 1 hektar,petani bisa memanen Jahe Gajah sebanyak 30 ton.
“Kalau saat ini baru ditanam 4 bulan, selain memanfaatkan lahan tidur, warga sekitar juga memanfaatkan lahan sempit seperti di halaman rumah untuk menanam pohon jahe gajah, dari pertangkai 2 sampai 3 kilogram dalam jangka waktu 8 bulan,” pungkas Ganda sekaligus anggota kelompok tani Sari Mekar yang diketuai oleh Dedi, warga Desa Cageur Kecamatan Darma Kuningan itu.(AND)




