Hukum
Diduga Pungli, Disdik Tinjau SMPN 2 Garawangi
- Details
- Published on Tuesday, 14 April 2015 15:06
- Hits: 33908
Kuningan Terkini - Dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan SMPN 2 Garawangi Kuningan kepada siswanya, akhirnya mendapat reaksi serius langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan, A Taufik Rohman.
Pihaknya pada hari ini juga, Senin (13/4/2015), bergegas langsung meninjau sekolah tersebut. Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan juga mengintruksikan agar masalah itu segera dituntaskan.
“Kita pada hari ini juga akan segera mengecek sekolah tersebut. Apabila pembiayaan itu menyalahi kan harus kita tindak tentunya,” tegas Kadisdikpora Kuningan, A Taufik Rohman kepada KaTer usai menghadiri acara pengukuhan para SKPD Kuningan.
Menurutnya, pembiayaan sekolah itu memang ada tiga sumber diantaranya yakni dari pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah, dan sumbangan yang berasal dari pihak ketiga, termasuk orang tua siswa.
“Itu memang untuk pembiayaan diperbolehkan. Namun, apakah itu sesuai dengan ketentuanatau tidak,” jelasnya.
Apakah uang yang sudah disetorkan wali murid kepada pihak sekolah harus dikembalikan atau tidak, menurutnya nanti ia akan melihat dulu apakah banyak dikeluhkan wali murid, sehingga jalan terbaiknya harus dikembalikan lagi kepada wali muridnya.
“Itu pun nanti dilihat dulu, sebab ada Peraturan Pemerintah nomor 48 itu membolehkan, bahwa dari pihak ketiga (wali murid, red), tetapi sifatnya sukarela. Jadi sukarela itu sudah dibicarakan dengan Komite sekolah, tapi kalau misal masih tetap banyak keluhan ya mesti dikembalikan jalan keluarnya,” bebernya.
Jika harus ada perluasan lahan dan penambahan bangunan sekolah kata Taufik, semua pihak terkait harus sepakat terlebih dahulu, karena sifatnya itu sukarela. Walaupun itu diperbolehkan harus sukarela, dan sudah dimusyawarahkan dengan komite.
“al itu juga banyak dilakukan oleh sekolah lain.. Bagaimana sekolah bisa lebih maju itu kan tidak selamanya membebankan terus ke pemerintah, jadi ada partisipasi masyarakat melalui orang tua,” pungkasnya. (AND)




