• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed28102026

Last updateWIB3_MonPMWIBE_October+0700ROctPMWIB_0PMthWIB1793024586+07:00MonPMWIBE

Hukum

Rana: Saya Tak Sehina Apa Yang Dituduhkan

Kuningan Terkini - Menyikapi gelombang isu dugaan kemaksiatan yang terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, membuat Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman angkat bicara. Bahkan, dirinya menegaskan jika isu yang beredar sangat memojokan para wakil rakyat dan tidak sehina apa yang dituduhkan kepada DPRD Kuningan.

“Saya bukan ustadz, bukan ulama bukan pula wali, syeh bahkan habaib. Saya manusia biasa yang berproses melalui politik menjadi seorang anggota dewan, dan ditugaskan oleh partai menjadi ketua DPRD. Demi Allah, mungkin saya kotor, mungkin saya berlumur dosa, tapi saya tidak sehina apa yang dituduhkan dalam media. Saya tidak senista apa yang dituduhkan oleh media,” ucap Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos saat menerima audensi massa aksi di ruang paripurna DPRD setempat, Senin (12/10/2015).

Terlepas nanti dipercaya atau tidak, lanjut Rana, dirinya akan menyampaikan seadanya yang dilihat secara pribadi. Sebab, atas persoalan tersebut berdampak pada kerugian besar bagi psikologi keluarganya.

“Saya minta objektifitas penilaian ini secara jujur, jangan dilebih-lebihkan terlebih dahulu. Silahkan tunda persoalan ini secara jujur, benarkah apa yang dituduhkan itu sesuai dengan tuduhannya,” tandasnya.

Menurutnya, saat itu merupakan acara sekretariat DPRD. Saat itu, Sekretaris DPRD mengundangnya untuk menghadiri acara hiburan tersebut. Dari tahun ke tahun, diakui acara itu ada. Namun ia memohon maaf jika secara pribadi dirinya harus terbuka.

“Saya minta ini disikapi secara objektif. Tidak ada itu kondom berserakan. Saya tidak menolak untuk membuka CCTV, saya sudah menyurati BK untuk membuka CCTV. Silakan dibuka. Jangan tiap hari dikonfirmasi untuk kepentingan. DPRD ini jangan seperti pesakitan yang diadili. Saya berharap banyak, agar ini tidak dijadikan kepentingan. Ini harus dibuka secara betul-betul,” pintanya.

Sebab, pihaknya tidak sedikit pun akan menunda persoalan itu. Bahkan, apabila desakan untuk membuka CCTV juga dipersilahkan karena dirinya juga ingin tahu.

“Ada apa dibalik tuduhan ini. Jangan sampai di judge kotor seperti ini. Saya perintahkan CCTV dibuka, undang semua yang hadir, tanya satu per satu, tanya penyanyinya. Ini nyesek yang saya rasakan. Ini berlebihan. Waallohi, saya tidak melihat kondom,” terangnya.

Dirinya juga memerintahkan kedepan agar tidak dipergunakan lagi ada hiburan, dan ruangan paripurna ini hanya digunakan untuk paripurna saja. “Jika ada organ tunggal dianggap melanggar etika, saya mohon maaf,” pungkasnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing