Parlementaria
Utje: Kontribusi PAD Baru 10,39 Persen
- Details
- Published on Sunday, 23 November 2014 09:40
- Written by Andry
- Hits: 25119
Kuningan Terkini - Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2015 di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuningan, Jumat (21/11/2014), di gedung wakil rakyat setempat.
Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman SSos didampingi Wakil Ketua Drs Toto Suharto, H Uci Suryana, Hj Kokom Komariyah, serta diikuti sejumlah anggota DPRD. Hadir pula Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda, Wakil Bupati H Acep Purnama, serta sejumlah pimpinan SKPD dan tamu undangan lainnya.
Bupati Utje mengatakan, penyampaian nota keuangan RAPBD tahun 2015 sangat penting dan strategis bagi kesinambungan proses pembangunan di daerah pada tahun 2015 mendatang.
“Sesuai dengan amanat konstitusi, RAPBD Tahun Anggaran 2015 beserta Nota Keuangannya merupakan wujud dari pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya diberikan pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dikatakan, rapat paripurna ini merupakan rapat pertama penyampaian rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2015 dihadapan dewan yang terhormat masa bhakti 2014-2018.
“Kemampuan daerah kita saat ini masih mengadalkan sumber penerimaan dari dana perimbangan terutama dari dana alokasi umum yang kontribusinya pada RAPBD Tahun Anggaran 2015 yang mencapai 56,03 persen. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kontribusinya baru mencapai 10,39 persen,” sebutnya.
Hal tersebut lanjut Utje, tentunya harus menjadi pemikiran bersama dalam upaya meningkatkan PAD. Apalagi, mulai tahun 2014 pajak bumi dan bangunan pengelolaannya sudah di tingkat kabupaten. Kedepan, penerimaan PBB ini diharapkan dapat mendominasi dari penerimaan sumber pendapatan daerah lainnya.
Sementara Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman, saat memimpin jalannya persidangan menuturkan, APBD itu menjadi sebuah kekuatan agar masyarakat bisa lebih maju, berdikari, mandiri, dan sejahtera. Maka, sudah kewajiban sebagai wakil rakyat harus bisa merancang sebuah desain anggaran berupa pendapatan dan belanja bagi pembangunan masyarakat Kuningan untuk satu tahun kedepan.
“Selama ini, kondisi kita jika dilihat dari indeks pembangunan menusia terjadi peningkatan. Untuk tahun 2012-2013 meningkat sebesar 0,47 poin dari 72,89 poin di tahun 2012 menjadi 73,36 di tahun 2013. Kontribusi peningkatan dipengaruhi oleh indeks daya beli meningkat 0,89 poin, indeks pendidikan 0,29 poin, serta indeks kesehatan meningkat 0,22 poin,” bebernya.
Deretan data tersebut kata Rana, tentunya semakin memacu dan memotivasi untuk lebih banyak berbuat, bekerja, dan berusaha untuk terus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Walaupun kita semua paham, bahwa APBD 20156 terdapat pemangkasan dikarenakan implementasi Undang-Undang Desa,” pungkasnya.(AND)




