Pemerintahan
Resmi Jadi PNS, 14 Bindes Diminta Jadi Unsur Perubahan
- Details
- Published on Tuesday, 05 May 2020 09:34
- Written by Admin
- Hits: 20386
Kuningan Terkini - Sebanyak 14 orang CPNS Bidan Desa (Bindes) secara resmi diangkat menjadi PNS oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH, Senin (04/05/2020). Sumpah dan janji 14 Bidan Desa yang digelar di aula kantor BPK SDM Kuningan, dihadiri Kepala BKPSDM, Drs. H. Nurahim, M.Si, Kadinkes Kuningan, dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM serta sejumlah undangan lainnya.
“Saya atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Kuningan, mengucapkan selamat pada para PNS ini. Meski acara ini dilakukan dalam susana pandemi Covid-19, Saya berharap sumpah dan janji tersebut, harus dipahami sebagai peristiwa religius yang harus dihayati arti dan maknanya untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH menjelaskan.
Kepada 14 Bidan Desa yang diangkat menjadi PNS kata Acep, Ia meminta untuk menjadi unsur pembangunan dan unsur perubahan yang harus siap terhadap tuntutan masyarakat yang semakin komplek dan kritis. "Alhamdulilah saudara bisa diangkat pada tahun 2019 setelah adanya kebijakan pemerintah, berupa Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018 tentang Jabatan Dokter, Dokter Gigi dan Bidan Sebagai Jabatan Tertentu Dengan Batas Usia Pelamar Paling Tinggi 40 Tahun, anugrah ini harus benar benar saudara syukuri," terangnya.
Bidan Desa kata Acep, memilki tugas yang cukup berat bila dibandingkan dengan tenaga kesehatan lain di daerah perkotaan. Apalagi dalam keadaan penanggulangan penyebaran wabah Covid-19 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini. Meski terkendala dengan berbagai fasilitas, transportasi, ketersediaan obat dan sarana penunjang lain, para Bidan Desa harus tetap ikhlas berjuang dan bertugas menjalankan profesinya.
“Saudara harus tetap berperan sebagai panutan masyarakat, konselor, motivator dan inovator di daerah terpencil atau sulit dijangkau, sehingga program kita khususnya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta optimalisasi pelayanan keluarga berencana dapat terwujud," pungkasnya.(j’ly)




