Pemerintahan
Bupati Terbitkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Bencana
- Details
- Published on Monday, 21 December 2020 20:47
- Written by Admin
- Hits: 16279
Kuningan Terkini - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH menerbitkan Surat Edaran melalui Camat se-Kabupaten Kuningan tentang Kesiap Siagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tanah Longsor, Pergerakan Tanah dan Banjir di Kabupaten Kuningan Tahun 2020, Senin (21/12/2020).
Surat Edaran tersebut menjelaskan, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan awal musim hujan La Nina di Kabupaten Kuningan adalah di bulan November, Desember dan diprediksi akan terus meningkat intensitasnya terutama sampai pada bulan April 2021.
Menurut Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi dan meminimalisir risiko bencana di musim penghujan, seperti bencana tanah longsor dan banjir, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi. Yaitu, membentuk posko kesiapsiagaan di desa rawan bencana dan melakukan pemantuan secara cermat untuk mengetahui situasi terkini perkembangan informasi peringatan dini cuaca La Nina.
“Selain itu, mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan (La Nina) dengan melakukan identiflikasi dan kajan lapangan terhadap daerah yang mengalami kerentanan tinggi bencana dengan melakukan upaya pencegahan,” katanya.
Langkah selanjutnya kata Acep, melakukan kegiatan pembersihan lingkungan baik saluran drainase pemukiman, aliran sungai seperti bersih bersih sungai dari sampah yang menghalangi gerak air dari hulu ke hilir serta memangkas cabang dahan atau pohon yang rawan tumbang
“Apabila ada retakan tanah agar segera melakukan upaya penutupan sebelum berisiko terjadi tanah longsor. Aktifkan potensi sumber daya manusia, dan peran aktif masyarakat melakukan Piket Malam serta meningkatkan budaya kearifan lokal untuk mengantisipasi terhadap potensi bencana Hidrometeorologi,” paparnya.
Selain itu sambungnya, lakukan Pemetaan maping serta deteksi dini terhadap potensi ancaman, risiko dan kerentanan bencana untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang paling aman apabila situasi darurat terjadi. Lakukan juga perbaikan jaringan pipanisasi dan rehabilitasi di sekitar kawasan embung/waduk untuk menjaga kelestarian alam.
“Tingkatkan komunikasi dan melaksanakan pelaporan tertulis yang bersifat akurat cepat, tepat dan terpadu kepada Bupati Kuningan tembusan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan dan Dinas Teknis terkai,” terangnya.(j’ly)




