• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed28102026

Last updateWIB3_MonPMWIBE_October+0700ROctPMWIB_0PMthWIB1793024586+07:00MonPMWIBE

Pemerintahan

Intensitas Hujan Tinggi, Tercatat 25 Titik Kebencanaan

Wabup Kuningan saat meninjau lokasi bencana longsor.

Kuningan Terkini - Sehubungan dengan tingginya intensitas curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini, Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH, M.Si meminta masyarakat untuk waspada. Hal ini terungkap saat orang nomor dua di Kuningan ini meninjau lokasi bencana longsor di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, tepatnya di Dusun Muhara, Selasa (15/03/2022).

“Saat ini, di wilayah Kabupaten Kuningan intensitas hujannya masih cukup tinggi. Saya minta seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap dampak cuaca sekarang ini, terutama masyarakat yang pemukimannya berada di lokasi rawan bencana,” kata wakil Bupati Kuningan, HM Ridhi Suganda mengingatkan.

Hujan deras yang terjadi pada Minggu, (13/03/2022) malam, mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan. Untuk mengantisipasinya, Pemkab Kuningan terus melakukan upaya penanggulangan, mulai dari mengidentifikasi wilayah-wilayah rawan bencana, hingga memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Mudah-mudahan masyarakat juga mau bekerjasama dengan tidak melakukan pembangunan di titik-titik rawan bencana, seperti di bantaran sungai dan titik lainnya yang tidak diperuntukan untuk dilakukan pembangunan. Ini demi menghindari terjadinya segala bentuk kerugian, khususnya kerugian jiwa akibat bencana alam,” tuturnya.

Dilokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP, M.Si mengemukakan, terhitung dari tanggal 13 hingga saat ini, jumlah bencana yang terjadi sudah terlaporkan mencapai 25 titik kebencanaan. Dari jumlah tersebut, rata-rata diakibatkan meluapnya Sungai Cisanggarung, sehingga mengakibatkan banjir dan longsornya pemukiman masyarakat disekitar bantaran sungai.

“Contohnya di Desa Andamui yang kemarin terjadi. Kondisinya lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Hingga hari ini, yang sudah terlaporkan sekitar 25 titik bencana,,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing