Pemerintahan
Zainul Tantang Pemkab Tolak Geothermal
- Details
- Published on Monday, 21 July 2014 18:31
- Written by Ade
- Hits: 40584
Kuningan (KaTer) - Mantan calon bupati Kuningan, H Zaiunul Mustafa Affandi, menantang pemerintah kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk menolak secara serius dan tegas terhadap keberadaan rencana ekploitasi geothermal di Gunung Ciremai.
“Meskipun pada aksi terakhir yang dilakukan oleh ormas Gempur, dihadapi langsung oleh Bupati Utje, Wabup Acep dan Sekda Yosep. Serta mereka menyampaikan bahwa pemkab berpihak pada rakyat, namun itu bukan jawaban konkrit,” kata Zainul kepada Kuningan Terkini, Senin (21/7/2014).
Menurutnya, jika pemkab serius menolak Chevron, maka Bupati sebagai kepala daerah harus memberikan pernyataan dengan tegas menolak atau tidaknya. “Kalau menurut saya, jika penolakan hanya sekedar diucapkan itu tidak ada gunanya. Karena masalah ini sudah masuk ke wilayah Pemprov dan pemerintah pusat,” terang politisi Nasdem itu.
Meski disadari pemkab Kuningan tidak mampu berbuat banyak dengan rencana dibangunnya Geothermal di Kuningan, namun jika penolakan disuarakan dengan serius, seharusnya pemkab melakukan penolakan dengan melayangkan surat resmi ke pemprov Jabar dan kementrian yang terkait.
“Jika omongan saja itu tidak bisa dijadikan pegangan, kalau serius ya buat surat secara resmi dengan perihal penolakan, dan didasari atas kajian-kajian yang ilmiah mengapa pemkab menolak,” sindirnya.
Mantan ketua DPD Nasdem Kuningan itu juga mengatakan, diharapkan pemkab Kuningan dapat mendorong dibuatnya panitia khusus (Pansus) di DPRD Kuningan, yang membahas berdirinya geothermal di Kuningan. “Saya rasa pansus perlu dibuat untuk membahas ini. Kita sama-sama ketahui, keresahan masyarakat yang berada di wilayah kerja pertambangan (WKP) sudah disuarakan oleh aksi demonstrasi. dan menurut saya, ini sudah cukup untuk menjadikan hal ini acuan, terkait penolakan geothermal di Kuningan," terangnya.
Seperti diketahui, pernyataan bupati kuningan, saat aksi terakhir Gempur, Utje menyatakan tidak akan membiarkan masyarakat yang ia anggap anak-anaknya menderita. Ia akan terus berjuang, menindaklanjuti aspirasi para pendemo ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementrian ESDM yang merupakan pemegang otoritas terkait Geothermal ini.
“Saya akan selalu berada bersama rakyat. Jadi tenang, Pemda tidak akan diam. Saya sudah berupaya memperjuangkan aspirasi ini kepada Gubernur dan Menteri ESDM. Tapi saya tidak pernah bertemu dengan pihak ketiga (Chevron, red), karena khawatir timbul fitnah,”kata Utje. (DHE)




