• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed12082026

Last updateWIB3_WedAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1785889431+07:00WedAMWIBE

Pemerintahan

Kuningan Siaga Bencana Kebakaran Hutan

Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan

Kuningan Terkini - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyatakan siaga bencana kebakaran hutan yang dibuktikan dengan kegiatan apel Siaga Bencana. Berbagai instansi dan elemen masyarakat turut hadir dalam Upacara Siaga bencana tersebut seperti dari unsur TNI dan Polri, BPBD, BTNGC, Masyarakat Peduli Api (MPA), para camat dan kepala desa, Menwa, Pramuka hingga pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Kuningan Ukas Suhasfaputra kepada KaTer, Selasa (2/9/2014), mengungkapkan, pada musim kemarau seperti ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan sehingga perlu ada persiapan dari seluruh pihak untuk pencegahan dan antisipasinya.

“Melalui apel siaga, kami berharap akan terjalin koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk pencegahan, pengendalian dan penanganan pasca bencana,” tandasnya.

Dikatakan, tujuan digelar Apel Siaga Bencana untuk menumbuhkan sikap kewaspadaan dan kepedulian masyarakat dalam melaksanakan deteksi dini terhadap bencana. Selain itu, untuk menumbuhkan sikap kerjasama dan saling koordinasi dari seluruh unsur stakeholders yang berkepentingan terhadap kelestarian kawasan hutan khususnya di sekitar kawasan Gunung Ciremai.

“Kami juga sudah melakukan sejumlah upaya untuk pencegahan bencana kebakaran hutan terutama di kawasan Gunung Ciremai yang berbatasan dengan kawasan Kebun Raya Kuningan (KRK). Salah satunya membuat sekat bakar yang ukurannya dua kali lebih besar dibanding biasanya yaitu menjadi 20 meter sepanjang 3 Km,” katanya.

Selain itu, pihaknya saat ini tengah mengusulkan kerjasama dengan LIPI untuk melakukan penanaman pohon basah jenis pisang-pisangan (musaceae) di daerah rawan kebakaran. Namun masih dalam pembahasan, mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Acep Purnama menuturkan, berdasarkan pengalaman musim kemarau tahun 2012 lalu menyebabkan kebakaran hutan di sekitar Kawasan Gunung Ciremai seluas 2.700 hektare. Pengalaman pahit tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan agar hal tersebut tidak terulang.

"Perlu disadari oleh semua tentang pentingnya keberadaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sebagai paru-paru Kabupaten Kuningan yang memberikan udara sejuk dan air yang melimpah dan penghidupan lainnya. Untuk itu kami meminta dukungan semua pihak untuk bersama-sama bekerja melestarikan dan menjaga keberadaan hutan Gunung Ciremai sehingga terhindar dari bencana kebakaran," ajaknya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing