• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Mon26102026

Last updateWIB3_SatPMWIBE_October+0700ROctPMWIB_0PMthWIB1792852863+07:00SatPMWIBE

Pendidikan

Disdik Targetkan Siswa SMP Lulus 100 Persen

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan, Drs Suharso MPd

Kuningan Terkini - Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan, Drs Suharso MPd, menargetka semua peserta UN SMP sederajat dapat lulus 100 persen. Apalagi UN mulai 2015 ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan, tetapi kelulusan siswa lebih banyak ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Sekarang dengan formasi UN tidak menjadi tolak ukur kelulusan, dampaknya siswa bisa lebih tenang dalam menjalani ujian. Alhamdulillah sampai ujian pertama bisa berjalan lancar dan tidak menjadi beban bagi para siswa,” ucap Suharso kepada Kuningan Terkini saat ditemui di SMPN 3 Kuningan, Senin (4/5/2015).

Namun demikian kata Suharso, para siswa harus tetap mengikuti UN. Karena UN merupakan salah satu syarat untuk bisa lulus, karena untuk menetapkan kelulusan, setiap satuan pendidikan akan merumuskan sejumlah indikator, di antaranya sikap siswa, nilai sekolah, dan kepesertaan siswa dalam UN.

"Semua siswa kelas III juga harus tetap mengikuti UN, karena nilai UN akan dijadikan acuan atau untuk melakukan evaluasi tingkat keberhasilan pendidikan secara nasional. Hasil UN SMP juga akan dijadikan patokan untuk masuk satuan pendidikan di jenjang SMA," katanya.

Pada saat UN berlangsung, pihaknya juga fokus terhadap pengawasan, yakni pengawasan untuk menjaga naskah soal supaya tidak terjadi kebocoran, serta pengawasan selama ujian untuk mencegah kecurangan.

“Saya berharap siswa tetep serius untuk mengikuti UN. Walaupun tidak menjadi penentu kelulusan akan tetapi kita berkepentingan dengan nilai tersebut untuk evaluasi beberapa tahun kedepan,” ujarnya.

Jadi kata Suharso, perubahannya akan dilihat seperti apa. Apakah motivasi belajarnya akan mengendur atau malah semakin meningkat.

“Kemudian juga untuk pemetaan mutu kualitas pendidikan, daya serap, income, dan selanjutnya untuk membantu kebijakan dari sekolah terkait, apakah harus ditingkatkan dari segi kualitas guru, sekolahnya, murid dan segi lainnya,” paparnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing