• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Mon26102026

Last updateWIB3_SatPMWIBE_October+0700ROctPMWIB_0PMthWIB1792852863+07:00SatPMWIBE

Pendidikan

Kuningan Dikunjungi USAID Prioritas Banten

Kuningan Terkini - Sebagai kabupaten yang komitmen pada kemajuan di bidang pendidikan, wilayah Kuningan nampaknya semakin dilirik sejumlah daerah untuk menjadi lokasi percontohan pendidikan.

Tak terkecuali rombongan USAID Prioritas Provinsi Banten, sengaja berkunjung ke daerah Kuningan untuk melihat program budaya baca di setiap sekolah yang kian meningkat.

Rombongan asal Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite, pengawas dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan tingkat Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama wilayah kabupaten/kota, berkunjung ke empat sekolah yang berada di Cilimus diantaranya SMPN I Cilimus, SDN I Cillimus, MI Cokroaminoto dan MTs Sangkanhurip II.

Kadisdikpora Kuningan Asep Taufik Rohman MSi kepada awak media usai kunjungan, Rabu (18/11/2015) menyampaikan bahwa, pentingnya dukungan pemerintah dalam mengelola budaya baca di sekolah. Keterampilan membaca merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan di sekolah.

“Kuningan sebagai kabupaten pendidikan ingin menggalakan budaya baca seluas-luasnya. Sehingga, semakin menjangkau siswa untuk gemar membaca,” katanya.

Sementara Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS, Rifki Rosyad menyebutkan total peserta dalam kunjungan kali ini berjumlah 40 orang. Bahkan, dirinya mengakui keberhasilan program budaya baca yang sudah berjalan di setiap sekolah seperti SMPN I Cilimus.

“Tujuan kunjungan belajar ini untuk mendapatkan pengalaman praktik yang baik, dalam pembelajaran dan manajemen sekolah,” tukasnya.

Sementara Kepala SMPN I Cilimus, H S Setiawan mengaku, untuk menarik minat siswa membaca, sekolah menyediakan kafe baca dan menambah koleksi buku bacaan di perpustakaan.

Selain itu, pihak sekolah juga membuat buku penghubung yang memantau perkembangan buku yang dibaca siswa, sehingga dapat diketahui oleh sekolah dan orangtua siswa.

“Kami menggalakan kemitraan dengan perpustakaan daerah keliling untuk memperkaya bahan bacaan siswa. Program baca dilaksanakan selama empat puluh lima menit tiap selasa dan kamis sebelum pembelajaran. Kami membebaskan siswa membaca di mana saja agar siswa benar-benar menikmati buku bacaannya,” bebernya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing