Pendidikan
Gali Sejarah, Unisa Anjangsana ke Jakarta
- Details
- Published on Friday, 04 December 2015 14:15
- Hits: 31385
Kuningan Terkini - Dalam rangka mendalami dan memahami sejarah negara Indoensia, mahasiswa Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan akan melaksanakan anjangsana ke tempat sejarah di Jakarta, yang direncanakan selama tiga hari kedepan yakni 4-6 Desember 2015.
Kegiatan ini sebagai langkah civitas kampus untuk bisa terjun langsung melihat mengenai sejarah-sejarah yang ada di Indonesia, khususnya lokasi-lokasi yang terdapat di wilayah Jakarta.
“Anjangsana atau study tour ini akan dilaksanakan selama tiga hari. Kegiatan ini bagian dari pembelajaran sekaligus aplikasi ilmu pengetahuan yang telah didapatkan pada perkuliahan di kelas,” ucap Panitia Pelaksana sekaligus dosen di Unisa, Hj Elit Nurlitasari SSos MSi kepada awak media disela-sela kesibukannya, Jumat (4/12/2015).
Disebutkan, ada sebanyak 100 mahasiswa bersama 25 dosen pembimbingnya dan jajaran akademis ikut pada kegiatan Anjangsana tersebut. Sedangkan mahasiswa yang ikut, mereka adalah mahasiswa semester ganjil khususnya mata kuliah pancasila dengan tujuan untuk memberikan tambahan wawasan.
“Anjangsana ini merupakan program tahunan yang rutin dilaksanakan Unisa. Sekarang adalah tahun kedua Unisa melaksanakannya,” ujarnya.
Dirinya berharap, melalui kegiatan ini para mahasiswa mampu menghasilkan karya tulis sebagai pedoman atau falsafah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan masyarakat.
“Saya ingin mahasiswa Unisa Kuningan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, dalam mencetak mahasiswa sesuai dengan visi yang memiliki kharakter Cerdas Dzikir, Cerdas Fikir, dan Profesional,” katanya.
Elit mengaku bahwa, adanya kegiatan ini menghimbau kepada para peserta agar mahasiswa benar-benar serius dan menggali serta menelusuri nilai-nilai ilmu kesejarahan yang ada di Ibu Kota.
Diantaranya yakni mengunjungi tempat tragedi 30 September 1965 (lokasi Lubang Buaya, red) serta Tugu Proklamasi, sehingga mahasiswa lebih memahami sejarah perjuangan para pejuang kemerdekaan di masa lalu.
“Ini penting, sebagai upaya meningkatkan kepekaan intelektual mahasiswa. Apalagi, generasi muda dituntut dapat menggali dan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru dengan tetap menjadikan nilai dasar sebagai tolak ukurnya, sehingga Pancasila tidak kehilangan hakekatnya,” pungkasnya. (AND)




