Pendidikan
ITUS Sekolah Berbasis Agama, Budaya dan IT
- Details
- Published on Monday, 15 February 2016 18:20
- Hits: 30484
Kuningan Terkini – Selain motto sekolahnya para juara, SMP-SMA ITUS Kuningan kini memiliki tagline baru. ITUS mendeklarasikan sebagai Sekolah Berbasis Agama, Budaya dan IT. Deklarasi ini bertepatan dengan Milad ITUS yang ke-15.
Ketua Yayasan ITUS H Dudy Pamuji SE mengatakan, rencana pendeklarasian ITUS sebagai sekolah yang berbasis agama, budaya dan IT sebenarnya sudah lama. Namun, karena sarana prasarana untuk menunjang ketiga aspek tersebut ada yang belum lengkap, sehingga menunggu untuk semuanya lengkap terlebih dahulu.
“Kalau sekarang Insya Allah sudah lengkap semua. Baik itu yang menunjang kegiatan keagamaan, budaya dan IT,” kata Dudy.
Dijelaskan Dudy, pendeklarasian tersebut bukan tanpa sebab. Ada nilai historisnya sehingga ITUS berani mendeklarasikan sekolah berbasis Agama, Budaya dan IT. Untuk agama kata Dudy, SMP dan SMA ITUS merupakan sekolah Islam Terpadu. Sehingga pembelajaran keagamaan bagi siswa pun lebih banyak dibanding sekolah umum. Apalagi ITUS itu sekolah dengan sistem full day school dan boarding school dengan 5 hari sekolah dalam satu minggu.
“Siswa ITUS juga digenjot dalam hal tahsin dan tahfidz. Kita sudah banyak mendapakan prestasi dalam bidang keagamaan terutama tahfidznya. Terus di ITUS juga ada program bagi siswa untuk berbahasa arab selama sehari ketika hari aktif sekolah ditambah dengan ekstrakurikuler siswa berupa kesenian islami seperti marawis dan nasyid,” ujarnya.
Untuk budaya, lanjut Dudy, lebih diarahkan kepada budaya kearifan lokal. ITUS berdomisili di Kuningan yang notabene nya adalah memiliki budaya sunda. Maka, ITUS memiliki kewajiban untuk melestarikan budaya sunda tersebut. Apalagi siswa ITUS sudah membuat Film Sintren Dukuh Badag Dan Totalitas Dadang Sudarsa yang mengangkat kearifan lokal di level nasional dan internasional. Bahkan film tersebut meraih juara pertama.
“Meskipun siswa ITUS 80 persennya dari luar Kuningan bahkan banyak dari luar pulau Jawa, tapi ITUS memperkenalkan budaya sunda kepada siswanya. Kita memiliki alat kesenian sunda seperti angklung, calung, gamelan. Kita ajarkan kepada siswa kesenian sunda. Kita juga ada program hari berbahasa sunda dimana semua warga ITUS wajib berbicara bahasa sunda selama sehari dalam satu minggu dan memakai pakaian adat sunda,” tuturnya.
Yang terakhir yaitu IT. Beberapa tahun yang lalu, siswa ITUS pernah menjadi juara 2 tingkat nasional olimiade komputer. Dari sana, pihaknya menyadari bahwa potensi siswa dalam bidang IT sangat besar, meskipun ITUS bukan sekolah kejuruan.
ITUS terus mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan IT salah satunya e-learning. Bukan hanya E-learning, penerimaan siswa baru pun sudah sistem online. ITUS sendiri memiliki ekskul sinematografi dan videografi yang ditunjang dengan peralatan milik sendiri seperti kamera drone.
Bahkan, kedepannya orang tua siswa yang dari luar daerah Kuningan, tidak perlu datang kesekolah untuk mengetahui nilai ujian anaknya. Cukup membuka website ITUS, orang tua siswa bisa mengetahui hasil nilai ujian dan kegiatan anaknya baik akademik maupun non akademik selama disekolah secara online.
“Kita sudah sistem online sekarang. Pembuatan aplikasi ITUS pun kini lagi dibuat oleh tim IT kita. Baik pembelajaran maupun pemberian tugas kepada siswa sudah via internet. Dilingkungan ITUS baik SMP, SMA dan Asrama sudah dilengkafi wifi area dengan kapasitas bandwidth yang memadai dan tiap kelas sudah dilengkap kamera CCTV, infokus serta sistem absensi sudah menggunakan fingerprint,” ucapnya.
Dijelaskan Dudy, filosofi sekolah berbasis agama, budaya dan IT, terilhami dari teori potensi diri manusia yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Untuk IT nya berkaitan dengan IQ, budaya kearifan lokal dengan EQ dan keagamaan dengan SQ.
“IQ, EQ, dan SQ itu merupakan keseimbangan. Begitu pula dengan agama, budaya dan IT,” terangnya.
Tahun ajaran baru 2016-2017, program sekolah berbasis agama, budaya dan IT akan diterapkan secara menyeluruh baik itu siswa, guru dan karyawan. Untuk sekarang sampai tahun ajaran baru masih tahap penyesuaian. (dhe)




