• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Fri30102026

Last updateWIB3_ThuAMWIBE_October+0700ROctAMWIB_0AMthWIB1793240105+07:00ThuAMWIBE

Pendidikan

SMK Pertiwi Wakili Jabar di Tingkat Nasional

Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrianto berfoto dengan siswa pemenang Skill Contest Yamaha SMK Grand Prix Jawa Barat

Kuningan Terkini - SMK Pertiwi Kuningan berhasil menjadi Juara 1 Skill Contest Yamaha SMK Grand Prix tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Februari 2016 di Yamaha DDS 2 Bandung.

Raihan juara tersebut memantapkan SMK Pertiwi sebagai juara bertahan, karena tahun sebelumnya pun menjadi juara 1.

SMK unggulan di Kota Kuda ini secara otomatis berhak mewakili Jawa Barat untuk kompetisi serupa di tingkat Nasional yang akan diselenggarakan bulan Mei 2016 di Jakarta.

Tim SMK Pertiwi terdiri dari 4 personil, yaitu Ipul Saipul, Ari Jaya Sentana, Heri Kusnaedi dan Ade Ruhimat. Keempatnya berasal dari kelas XII dan kelas XI Khusus Yamaha. Mereka dibimbing oleh Guru Pembimbing Arif Tedi Sudiana.

“Alhamdulillah dapat juara 1. Saya bangga kepada siswa SMK Pertiwi karena mereka telah membuktikan punya mental juara,” kata Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto MSi kepada Kuningan Terkini, Minggu (28/2/2016).

Diungkapkan Dea, materi yang dilombakan yaitu presentasi mengenai teknologi sepeda motor Yamaha, pengukuran dan trouble shooting. Dari puluhan SMK yang berkompetisi, Dea mengaku semua lawan terasa berat.

“Meskipun SMK Pertiwi berdomisili di daerah, tapi berhasil mengalahkan SMK di kota. Kita berhasil mengalahkan SMK Bina Karya Karawang, SMK Muhammadiyah Lemah Abang Cirebon dan SMK Bakti Nusantara Sumedang yang ketiga SMK tersebut merupakan sekolah dengan Grade A di Jawa Barat,” ungkapnya.

Menurut Dea, menjadi juara itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Sekolahnya juara karena sistem pembelajaran sekolah sudah mengacu industri, para guru sudah bersertifikasi industri serta kurikulum pun berbasis industri.

“Kami juara karena di Pertiwi  merupakan bagian sehari-hari dalam pembelajaran. Kini, SMK Pertiwi sedang melakukan penguatan karakter dan mental siswa juara,” ujarnya.

Dea mengatakan, target selanjutnya berkompetisi di tingkat Nasional sudah di depan mata. Prestasi tahun lalu yang hanya masuk 10 besar, tahun ini Dea menargetkan sekolahnya minimal Juara 3 besar.

“Syukur Alhamdulillah kalau kita dapat Juara 1,” tandasnya. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing