Politik
Nunu: Politik Uang Tidak Mendidik
- Details
- Published on Wednesday, 09 April 2014 09:01
- Written by Andry
- Hits: 34625
Kuningan (KaTer) - Maraknya jual beli suara yang dilakukan para tukang ngarit atau calo politik yang menawarkan jasa dapat mengerahkan warga untuk memilih Caleg tertentu, merupakan pendidikan politik di masyarakat yang perlu dirubah. Karena, jika para pemilih mengharapkan imbalan sejumlah uang untuk memilih salah satu Caleg, hal itu berpotensi adanya pengembalian modal yang dilakukan Caleg selama menjabat menjadi anggota wakil rakyat.
"Pileg yang digelar besok mendambakan keterwakilan rakyat diparlemen tidak hanya dilihat dari pendidikan, materi dan fisik, tapi lebih mengedepankan pada visi misi yang jelas jika terpilih, dan siap merealisasikannya," kata Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat, Nunu Setia Nugraha kepada KaTer, Rabu (9/4/2014).
Menurutnya, wakil rakyat yang terpilih diminta menjaga amanah rakyat. Jangan sebaliknya, setelah dipilih malah meninggalkan konsituen karena takut diminta bantuan. Bangsa ini masih tahap belajar pelaksanaan demokrasi yang baik. Dulu, langsung umum bebas dan rahasia, tapi rakyatnya ditekan ke salah satu partai penguasa.
“Sekarang rakyat bebas memilih caleg yang berkualitas dan kompeten untuk menjadi wakil mereka," ujarnya.
Penyebab adanya politik uang menjelang pemilu kata Nunu, diakibatkan masih lemahnya ekonomi tataran masyarakat bawah. Karena, dengan nominal angka tertentu maupun daster, pilihannya dipastikan tidak akan berubah lagi. Selain itu, sistem pengkaderan parpol masih rendah.
“Terbukti di masyarakat kebanyakan bukan pengurus dan simpatisan parpol. Sehingga, militansi kader partai tidak ada, maka timbulah politik transaksional," kata mantan Ketua IMM Kabupaten Kuningan ini.
Lebih jauh Nunu menuturlan, keterpilihan caleg sekarang akan menjadi tolak ukur dalam pileg lima tahun kedepan. Jika kinerjanya buruk, tidak berpihak pada kepentingan rakyat, tidak mau turun ke lapangan menyerap aspirasi rakyat, maka sulit akan terpilih di periode mendatang.
"Mari menjadi masyarakat yang cerdas memilih Caleg dan stop politik uang yang akan mendorong caleg korup," pungkasnya.(AND)




