• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sat31102026

Last updateWIB3_FriPMWIBE_October+0700ROctPMWIB_0PMthWIB1793349150+07:00FriPMWIBE

Politik

Caleg PAN, Lin Yuliani ‘Ngubyag Balong’

Tradisi Ngubyag Balong

Kuningan (KaTer) - Hari kelima pasca pemungutan suara Pileg pemilu 2014, Caleg DPRD Kabupaten Kuningan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hj. Lin Yulianti menggelar tradisi ‘ngubyag balong’ di sejumlah kolam miliknya, Senin (14/4/2014). Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas perolehan sementara suara di Dapil 2 yang cukup memuaskan.

Ratusan warga asal Kecamatan Jalaksana dari berbagai penjuru desa seperti Sukamukti, Sidamulya, Babakan Mulya dan desa lainnya, tampak senang dan berbondong-bondong mengikuti kemeriahan menangkap ikan yang telah disediakan Hj. Lin Yulianti untuk warga masyarakat.

Caleg DPRD Kuningan, Hj. Lin Yulianti kepada KaTer menuturkan, pelakasanaan tangkap ikan ini sebagai bentuk syukuran kepada masyarakat. Apalagi, dari data suara sementara yang diperoleh sudah mencapai hasil yang memuaskan. Walaupun tetap menunggu hasil akhir dari KPU Kuningan.

“Tradisi ‘ngubyag balong’ ini merupakan warisan nenek moyang warga setempat, sebagai wujud menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Selain itu, kegiatan bisa diikuti oleh seluruh warga tanpa melihat batasan usia baik anak-anak, dewasa hingga orang tua dan suku ataupun jenis kelamin,” ujar Lin sapaan akrabnya.

Dikatakan, acara ataupun tradisi ini sebagai bentuk hiburan yang bisa di ikuti oleh seluruh kalangan masyarakat. Apalagi, ada beberapa ikan yang diperebutkan memiliki tanda khusus untuk ditukarkan dengan hadiah yang telah dipersiapkan.

“Ikan yang diperebutkan jenisnya yaitu ikan mas, mujair, dan iken gurami dengan ukuran yang bervariasi dengan bobot ikan rata-rata mencapai 0,5 kg per ekornya,” katanya.

Dalam teknis penangkapan ikan di kolam kata Lin, semua peserta atau warga yang berpartisipasi harus mengandalkan tangan. Karena, pemakaian alat berupa jaring atau kail pancing ikan tidak diperbolehkan. Jadi, keseruan tradisi dan uniknya ada pada cara menangkap ikan tersebut.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing