Politik
Ratusan Saksi PDIP Ikuti TOT
- Details
- Published on Wednesday, 25 June 2014 18:25
- Written by Andry
- Hits: 29374
Kuningan (KaTer) - Sedikitnya 300 saksi pendukung pasangan Capres/Cawapres nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla mengikuti Training Of Trainer (TOT) di RM Lembah Ciremai, Rabu (25/6/2014). Acara yang digelar oleh tim kampanye Jokowi-JK itu sebagai kegiatan pelatihan bagi para saksi yang bakal diterjunkan saat Pilpres Pemilu 2014 digelar.
“Yang mendorong memenangkan Jokowi adalah semangat dan tanggung jawab. Niat kami hari ini, ingin berkoordinasi dan mengevaluasi apa yg terjadi di lapangan,” kata H Acep Purnama di hadapan ratusan para saksi dengan dihadiri oleh H Aang Hamid Suganda, Rana Suparman, Nuzul Rachdy, dan Tresnadi serta tamu spesial Jokowi KW2 yang di undang ke Kuningan.
Menurutnya, selama masa kampanye selama 14 hari lagi harus benar-benar dimanfaatkan. Walaupun nanti menginjak tanggal 6 Juli 2014 memasuki masa tenang, pihaknya bertekad bakal terus memantau hingga hari pencoblosan.
“Selain itu, kita juga akan bergerak hingga H+4 pasca pencoblosan, mengawal pada saat perhitungan surat suara di tingkat PPS hingga PPK. Kita bergadang sambil nonton bola. Kesehatan nomor 1 tetapi Capres nomor 2,” tukasnya.
Dikatakan, DPC PDI P menerima instruksi dari DPP PDI P untuk melaksanakan TOT sebagai pelatihan saksi. Ada sekitar 3.000 saksi di Kuningan, masing-masing saksi sebanyak 2.271 untuk di tingkat TPS, sejumlah 376 menjadi koordinator saksi merangkap saksi di tingkat PPS ditambah 32 saksi di tingkat PPK.
“Itu semua harus disiapkan untuk tanggal 9 Juli mendatang di setiap masing-masing TPS,” tandasnya.
Sementara Nurul Rachdy menuturkan, koalisi Jokowi-JK itu bukan dengan parpol saja.Tapi juga koalisi dengan rakyat. Kalau bicara kriteria, itu semua ada di Jokowi. Memang beliau (Jokowi, red) bukan orang sempurna, karena itu milik Allah.
“Jokowi itu lahir sebagai ksatria piningit, ini guratan yang sengaja dimunculkan oleh Allah. Dia lahir dari rakyat, jadi walikota dan Gubernur DKI Jakarta. Tolong, hal-hal semacam itu dimasyarakatkan kepada masyarakat lain,” pintanya.
Masih di tempat yang sama, Rana Suparmauin juga meghimbau kepada seluruh kader partai untuk memakai baju khas berwarna merah sebagai loyalitas pemenangan Jokowi-JK. Hal itu sebagai cara untuk mensosialisasikan Jokowi-JK kepada seluruh elemen masyarakat baik itu di warung-warung, pasar-pasar, pos ronda maupun di tempat fasilitas umum lainnya selama tidak melanggar aturan.
“Jika memang kita ingin memenangkan Jokowi-JK, maka wajib untuk memakai baju berwarna merah logo Jokowi-JK. Karena, apabila itu tidak dilakukan maka dianggap tidak loyal kepada partai,” pungkasnya.(AND)




