Politik
TPS Lapas Kekurangan Surat Suara
- Details
- Published on Thursday, 10 July 2014 01:52
- Written by Andry
- Hits: 33311
Kuningan (KaTer) - Seperti yang di lakukan pada tahun-tahun sebelumnya, baik pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif, pemungutan suara untuk pilpres pemilu 2014 juga di lakukan di lembaga permasyarakatan Kuningan. Namun, proses pencoblosan terpaksa harus di tunda lantaran surat suara yang di persiapkan panita kurang atau habis.
Seluruh penghuni lapas dan narapidana memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 untuk lima tahun kedepan, Rabu (9/7/2014).
Di TPS 30 lapas Kelas II A Cijoho Kabupaten Kuningan ini, terdapat sebanyak 477 narapidana masuk daftar pemilih tetap. Namun sayangnya, sekitar pukul 10.30 WIB pagi tadi terpaksa pencoblosan harus di hentikan sementara, lantaran kertas surat yang di persiapkan panitia sudah habis dan harus menunggu surat suara yang tidak terpakai di TPS terdekat.
“Iya, saat ini di TPS 30 yang berada didalam Lapas kekurangan surat suara. Ini juga sedang menunggu kiriman kertas surat suara dari kelurahan. Sekitar 20 kertas suara lagi yang dibutuhkan,” ucap Ketua TPS 30, Aris Priyanto saat ditemui KaTer di lokasi pemungutan suara.
Dijelaskan, kekurangan kertas suara untuk para pemilih di dalam Lapas, baik bagi narapidana maupun karyawan, disebabkan oleh jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bertambah. Itu sebabnya, pemungutan suara dalam Pilpres Pemilu 2014 di dalam Lapas sempat lengang sejenak karena menunggu kiriman surat suara yang akan dipergunakan oleh para pemilih.
“Adanya penambahan hak pemilih di Lapas karena penambahan tahanan yang dikirim dari Polres Kuningan. Awalnya, dari DPT yang terdapat di dalam lapas hanya 450 orang. Namun, sejak ada penambahan tahanan bertambah menjadi 477 orang yang mempunyai hak pilih,” katanya.
Karena itu kata Aris, surat suara yang dipergunakan oleh para pemilih kurang. Pihaknya berharap seluruh penghuni menggunakan hak pilihnya, karena sebelumnya juga telah dilakukan sosialisasi dan simulasi pencoblosan.
Dari pantauan di lapangan, TPS itu disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan untuk mereka yang berada di dalam Lapas supaya bisa menyalurkan hak suara pada Pileg 2014.
Sebelumnya, para napi ini juga telah menerima pengetahuan tentang tata cara mencoblos dari KPU Kabupaten Kuningan melalui sosialisasi yang digelar sebelumnya. Baik sosialisasi perubahan tentang pemberian suara yang sebelumnya dengan cara contreng, kini kembali dengan cara coblos sesuai dengan peraturan yang ada.(AND)




