Politik
ARM Minta KPUD Jabar Netral
- Details
- Published on Wednesday, 16 July 2014 21:15
- Written by Harri Safiar
- Hits: 32605
Bandung (KaTer) - Sehubungan masih terombang-ambingnya warga Jabar dan Indonesia pada umumnya terkait pengumuman versi quick count Pilpres 2014 yang kontroversial dilansir oleh beberapa lembaga survey sejak 9 Juli 2014, disikapi Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jabar. ARM minta KPUD Jabar Nettral dan professional.
”Mohon lembaga ini sebagai satu-satunya tumpuan, melakukan kinerja yang bersifat netral dan professional terkait pengumuman pada 22 Juli mendatang”, seru Ajat Sudrajat, Ketua SBSI 1992 Jawa Barat saat berdialog langsung dikantor KPUD Jabar.
Sore itu Ajat dan 30 rekannya yang tergabung pada organisasi buruh Gaspermindo, SBSI 1992, SPN, KSBSI, dan SPBSI diterima langsung oleh Agus Rustandi, Divisi Hukum dan Pengawasan KPUD Jabar.
“Intinya, kami mengapresiasi kehadiran ARM Jabar hari ini. Pada 18 Juli mendatang kami megundang untuk menyaksikan rekapitulasi provinsi. Ini salah satu bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kami”, jawab Agus sesaat menerima kedatangan rombongan ini.
Menurut Shahadat Akbar, pengurus dari SBSl 1992, ARM Jabar yang beranggotakan sekitar 200 ribu lebih, KPUD Jabar janganlah bermain-main untuk mengolah proses penting kenegaraan ini.
“Jangan seperti sekarang, masyarakat bawah, dibuat bingung mengamati hasil quick count dari berbagai lembaga survey. Para elit politik seakan melakukan demagogi pada masyarakat. KPUD dan Bawaslu tak berkutik!”
Secara resmi ARM Jabar dalam dialog kali itu menyampaikan tuntutan serupa dari ARM Pusat bersama relawan lainnya di Jakarta pada Sabtu (12/7/2014) ke KPU Pusat, tuntutannya.
1. Mengumumkan lembaga yang sah untuk polling tracking. 2. Tidak memihak ke salah satu capres – cawapres . 3.Memperbolehkan relawan menghadiri dan mengawal perhitungan suara di PPK dan KPUD. 4. Rekan-rekan Buruh Migran Indonesia di Hongkong yang belum mencoblos diberi kesempatan.
Terungkap pula dalam dialog ini dalam konteks suasana di Jawa Barat melalui Iyan Sopian, Ketua DPD SPN Jawa Barat: Mengkritisi sikap pimpinan daerah di provinsi Jabar yang juga menjadi tim sukses salah satu kubu pada pilpres 2014, munculnya poster atau spanduk di berbagai tempat yang bernada ucapan selamat atas keterpilihan dari kedua kubu.
“Mohon KPU dan Bawaslu bersikap tegas, jangan pake lama ya?”. Menjawab pertanyaan di atas, Agus Rustandi akan menyampaikannya secara khusus untuk dibahas bersama Ketua KPUD Jabar. “Soal munculnya spanduk ini, memang membingungkan masyarakat. Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Bawaslu Jabar”. (Harri Safiari)




