Sosial
BPBD Kuningan Gelar Simulasi Dasar SAR
- Details
- Published on Tuesday, 25 February 2014 19:29
- Written by Andry
- Hits: 34495
Kuningan (KaTer) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, menggelar simulasi dan Diklat Search And Rescue (SAR) serta manajemen penanggulangan bencana, di kawasan Obwis Linggarjati Kuningan, Selasa (25/2/2014). Sedikitnya ada 65 orang mengikuti pelatihan, terdiri dari aparatur BPBD Kuningan, aparatur kecamatan, perguruan tinggi, karang taruna, KNPI, dan sejumlah relawan lainnya.
Pantauan di lapangan, terlihat para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pengarahan dan simulasi yang diberikan oleh tim Basarnas. Sebanyak dua buah perahu karet lengkap dengan dayungnya, disediakan pihak BPBD Kuningan sebagai media pelatihan untuk simulasi penyelamatan korban tenggelam. Selain Basarnas, pelatihan Diklat SAR penanggulangan bencana melibatkan pihak Koramil, Polisi, Dinas Kesehatan, LSM AKAR, dan BPBD Provinsi Jabar.
“Tujuan kegiatan sosialisasi dan simulasi bagi seluruh peserta, agar mereka (peserta Diklat SAR, red) memiliki pengetahuan tentang kebencanaan dan cara menanggulanginya, terutama longsor dan banjir yang kerap terjadi di daerah kita,” kata Kepala BPBD Kuningan, Agus Mauludin melalui ketua panitia Diklat SAR, Heru Hermawan S.Sos saat ditemui di lokasi pelatihan.
Disamping memberikan sosialisasi tentang pemahaman kebencanaan kepada masyarakat sambung Heru, pelatihan bertujuan untuk pembekalan manajemen penanggulangan bencana alam. Adanya bentuk pelatihan, bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) baik petugas BPBD Kuningan maupun masyarakat yang ikut terlibat pada pelatihan ini.
“Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk mewujudkan aparatur yang tangguh menghadapi keben¬canaan, tentu saja kita tidak hanya diharapkan mampu menyelamatkan diri sendiri tetapi juga mampu memberikan bantuan kepada orang lain yang terkena bencana,” ujarnya.
Sementara dari pihak Basarnas, Imam Rosyadi menuturkan, penggunaan perahu karet, sangat penting dipelajari oleh aparatur BPBD, terutama petugas yang bertem¬pur langsung di lokasi bencana. Seperti saat ada bencana banjir atau ada korban hanyut, maka diharap petugas yang telah mendapatkan pelatihan itu mampu menanganinya.
“Kemarin kita sudah memberikan teori, saat ini kita melakukan simulasi dengan beberapa teknik tentang pertolongan di air atau water rescue. Teknik itu diantaranya teknik dayung, pengangkatan korban di air, teknik turun dan entry untuk masuk kedalam perahu karet,” terangnya.(AND)




