• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Tue08092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Ekonomi

Petani Sambut Baik Program Demfarm

Kuningan Terkini - Para petani di Desa Cipancur Kecamatan Kalimanggis Kuningan menyambut baik program Demfarm yang digagas oleh pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Kuningan.

Dalam program itu, para petani dari Kelompok Tani Karya Mandiri Cipancur diberi bantuan pemerintah seperti pupuk, caplak dan seprayer yang dimanfaatkan pada lahan seluas 5 Hektar.

Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri, Mumu Mahmud, Minggu (3/1/2016), mengaku senang dan antusias dengan program pemerintah yang peduli terhadap petani tersebut. Terlebih, bantuan pemerintah berupa pupuk, caplak, seprayer dan lainnya sangat berguna bagi para petani untuk upaya peningkatan hasil pertanian.

“Kami sangat senang adanya program Demfram ini. Sebab, ini merupakan program edukasi pertanian modern dan pendampingan kepada kelompok tani mulai dari proses penyemaian benih padi, penanaman hingga proses pemanenan,” katanya.

Dirinya menyebutkan, bantuan itu dimanfaatkan untuk penanaman benih padi di lahan seluas 5 Hektar. Dengan melibatkan sedikitnya 20 orang dari kelompok tani Karya Mandiri Cipancur dibantu pemuda, pegawai BKP3 serta koramil setempat, akhirnya petani bisa menanam padi dengan sistem jajar legowo di lokasi sawah Blok Cirewok Cipancur.

“Inovasi dan teknologi masuk pertanian akan memudahkan petani. Proses penanaman hingga pemanenan akan lebih efisien, sehingga pendapatan juga diharapkan lebih meningkat bagi para petani,” harapnya.

Pihaknya juga mengucapkan, terimakasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kelompok tani Karya Mandiri Cipancur. Mudah-mudahan, petani saat ini bisa merubah cara tanam dengan menggunakan sistem jajar legowo sebagai upaya peningkatan hasil produksi pertanian.

“Saya kira, Demfarm merupakan salah satu metode penyuluhan pertanian untuk memperlihatkan secara nyata, baik cara maupun hasil dari penerapan suatu inovasi teknologi yang mungkin sudah teruji dan bisa menguntungkan bagi petani,” katanya.

Kegiatan pemberdayaan petani melalui metode Demfarm ini kata Mahmud, dinilai sebagai salah satu upaya memberdayakan petani melalui pendekatan kelompok tani.

“Kita sebagai petani juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta perubahan sikap ke arah positif. Kita harus mementingkan upaya memajukan pertanian yang berbasis padi,” pungkasnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing