Parlementaria
Bupati Ingin Wujudkan Target WTP
- Details
- Published on Saturday, 12 July 2014 01:52
- Written by Andry
- Hits: 32244
Kuningan (KaTer) - Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda berjanji untuk tahun depan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal tersebut diungkapkan Bupati melalui Wabup H Acep Purnama MH dalam sidang paripurna Jawaban Bupati terhadap PU Fraksi-fraksi DPRD terkait LPJ Pelaksanaan APBD 2013, Jumat (11/7/2014).
“Untuk mencapai predikat WTP tahun ini, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami juga memohon pengertiannya untuk meraih predikat WTP tahun depan bukan hanya tugas eksekutif saja. Namun dari legislatif pun mohon ikut serta dalam mendorong terwujudnya WTP,” ucapnya.
Acep dihadapan anggota dewan dan sejumlah pimpinan SKPD Kuningan. Langkah yang sedang ditempuhnya kata Acep, yakni dengan melakukan perbaikan baik administrasi maupun pencatatan aset yang dikerjasamakan degan pihak ketiga yang lebih profesional.
“Terima kasih atas sarannya untuk para pegawai Inspektorat untuk melaksanakan tupoksinya dengan baik. Kami pun selalu melakukan pembinaan kepada auditor untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ungkapnya.
Dalam menjawab pertanyaan Fraksi-fraksi DPRD, seperti menjawab Fraksi Golkar terkait pengelolaan pajak, Acep menjelaskan, pengelolaan pajak daerah berdasarkan PP nomor 31/2010 mengamanatkan bahwa 9 dari 11 pajak daerah harus dikelola secara self assesment.
“Artinya wajib pajak mencatat, menghitung, membayar dan melaporkan pejaknya sendiri kepada pemerintah daerah,” jelasnya. Sedangkan mengenai cara penghitungan retribusi jasa terminal, Acep menerangkan yakni dengan cara pengalian antara tarif dan potensi yang ada. Bukan hanya sebatas pemikiran semata.
“Terkait retribusi Izin mendirikan Bangunan (IMB) yang tidak mencapai target. Bahwa target IMB terdiri dari dua sub ayat retribusi yaitu IMB pemutihan dan IMB reguler. Untuk yang IMB reguler realisasinya sudah mencapai 100 persen. Namun untuk IMB belum bisa tercapai karena sangat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat,” bebernya.AND)




