• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Wed09092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Parlementaria

RAPBD Kuningan 2015 Capai Rp 2 Triliun

foto ilustrasi

Kuningan Terkini - Bupati Kuningan Utje Ch Suganda, menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Kuningan tahun 2015 saat sidang paripurna kemarin di Gedung DPRD Kuningan. Utje mengatakan bahwa untuk belanja daerah mencapai Rp 2,011 Triliun.

"Untuk tahun 2015, belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,011 triliun, dengan komposisi Belanja Tidak Langsung (BTL) Rp Rp 1,540 triliun, yang diarahkan untuk belanja pegawai Rp1,316 triliun, belanja hibah Rp 7,57 milyar, belanja bantuan sosial Rp 4,12 milyar, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp 1,60 milyar, belanja bantuan keuangan kepada desa dan partai politik Rp 198,28 milyar dan belanja tidak terduga Rp 12,14 milyar,” bebernya.

Sedangkan Belanja Langsung (BL) lanjut Utje, jumlahnya sebesar Rp 471,30 milyar, terdiri atas program dan kegiatan non urusan untuk 80 SKPD Rp 99,73 milyar, kegiatan DAK Rp 74,11 milyar, kegiatan dana pendamping Rp 8,89 milyar, kegiatan lanjutan/luncuran Rp 4,79 milyar serta kegiatan urusan lainnya Rp 283,78 milyar.

“Sebagaimana maklum, bahwa alokasi belanja langsung melalui program dan kegiatan urusan masih bersifat sementara, khususnya dari sumber dana bantuan keuangan provinsi. Karena sampai saat ini belum menerima pagu anggaran definitif,” ucapnya.

Dikatakan, apabila memperhatikan RAPBD 2015 sebesar Rp 2,012 triliun dibandingkan dengan APBD tahun 2014 sebesar Rp 2,011 triliun, mengalami selisih lebih (surplus) sebesar Rp 0,81 milyar. Dengan demikian, perangkaan pembiayaan daerah pada posisi penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 4,79 milyar dibandingkan dengan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 5,60 milyar, terdapat selisih kurang pembiayaan netto sebesar Rp 0,81 milyar, akan ditutup dari surplus rencana pendapatan daerah.

“Penyusunan R-APBD 2015 dilakukan setelah proses penjaringan aspirasi masyarakat dan diuji di forum Musrenbang. Sehingga, diupayakan agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dan disusun secara transparan untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mendapatkan akses informasi seluas-luasnya tentang APBD,” harapnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing