• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Tue08092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

20 Mahasiswa Uniku Ikuti PKBN

Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN) yang diselenggarakan  Batalyon Arhanudse 14 Kodam III Siliwangi Cirebon

Kuningan Terkini - Untuk mendidik, melatih disiplin, kepemimpinan serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada mahasiswa, 20 mahasiswa Universitas Kuningan turut serta dalam kegiatan Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN) yang diselenggarakan Batalyon Arhanudse 14 Kodam III Siliwangi Cirebon.

Turut hadir dalam acara pembukaan Pelatihan Kader Bela Negara tersebut Pimpinan Perguruan Tinggi se-Wilayah III Cirebon termasuk Rektor Universitas Kuningan, Dr Iskandar, Prajurit TNI, Ormas, Polri, Brimob, tokoh masyarakat, Bupati dan Muspida se-Wilayah III Cirebon dan 287 peserta PKBN dari berbagai Universitas se-wilayah III Cirebon.

“Tujuan pelatihan bela negara ini untuk membina generasi muda khususnya mahasiswa yang berkarakter, disiplin, profesional, tegas, cepat dan tepat dalam mengambil keputusan atau tindakan, berwawasan kebangsaan, berjiwa nasionalisme dan cinta tanah air serta memberikan pemahaman konsepsi pertahanan negara,” kata Rektor Uniku, Iskandar, Senin (1/12/2014).

Bela negara lanjut Iskandar, bukan hanya dimiliki oleh TNI. Tetapi juga harus dimiliki segenap komponen bangsa dan seluruh rakyat Indonesia termasuk mahasiswa .

“Seperti yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 30, yang menyebutkan tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara,” ujarnya.

Diharapkan setelah latihan ini, sinergisitas TNI bersama mahasiswa dalam mewujudkan cita-cita bangsa dengan semangat rasa tanggung jawab serta kesadaran bersama melalui pendidikan bela negara. Kesamaan pandangan dan kedudukan sangat bermanfaat untuk mendorong tumbuhnya semangat persatuan dan kesatuan, semangat bergotong royong dan cinta tanah air di dalam masyarakat.

“Kondisi seperti itu sangat diperlukan untuk kelangsungan pembangunan nasional yang sama-sama diharapkan dapat mengantarkan bangsa ini meraih cita-citanya. Yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Maka perlu adanya kesamaan persepsi dalam menyikapi wawasan kebangsaan dalam rangka mewujudkan bela negara” paparnya. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing