• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed09092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

STIKKU Kerjasama dengan 5 Institusi di Jepang

Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy melakukan kerjasama dengan salah satu institusi di Jepang

Kuningan Terkini - Sejalan dengan visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) tahun 2020 untuk menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kesehatan yang berdaya saing global. Salah satu upaya strategis konkret dari STIKKU adalah mengembangkan kerjasama kemitraan dengan berbagai institusi baik di dalam maupun di luar negeri. Baru-baru ini, STIKKU melakukan kerjasama dengan 5 institusi di Jepang.

“Alhamdulillah kita sudah melakukan kerjasama dengan 3 lembaga pendidikan bahasa jepang, Tochigi Education, Human Academy Tokyo dan MEISI Tokyo. Lalu lembaga penyalur tenaga kerja sebuah perusahaan multinasional Jepang NSG Collegue Group yang memiliki bisnis dibidang perawatan kesehatan yang membutukan tenaga perawat, bidan dan dokter. Dan kerjasama dengan Faculty Of Nursing Kanagawa Institute Of Technology Chiba Jepang,” ungkap Ketua STIKKU, Asep Sufyan Ramadhy SKed kepada Kuningan Terkini, Senin (11/5/2015).

Kerjasama dengan beberapa institusi tersebut, lanjut Asep, untuk merespon kebutuhan Jepang terhadap tenaga perawat yang sangat tinggi yakni 7.000 orang per tahun.

“Saya ingin lulusan STIKKU selain bisa kerja di pasar domestik juga punya daya saing global sehingga bisa juga tembus di pasar internasional,” ujarnya.

Karena itu, lulusan STIKKU harus terampil dalam berbahasa jepang. Maka, mulai Tahun Ajaran 2015, Bahasa Jepang sebagai kurikulum instutisional yang awalnya diberikan hanya 2 SKS dirubah menjadi 4 SKS.

“Karena kita telah menjalin kerjasama dengan 3 lembaga pendidikan bahasa Jepang, maka dapat dipilih mahasiswa untuk peningkatan kompetensi bahasa Jepang dengan skema pembiayaan yang sangat kompetitif. Kedepan STIKKU dengan fasilitasi SEAMOLEC akan mengembangkan skema bantuan pembiayaan studi di Jepang. Selama menempuh pendidikan bahasa di Jepang, para lulusan sudah disiapkan untuk kerja part time sehingga bisa menambah penghasilan untuk membantu biaya studi,” ucapnya.

Untuk kerjasama STIKKU dengan Faculty of Nursing di Kanagawa Institute of Technology (KAIT) di Chiba Jepang, diantaranya untuk penyelanggaraan program internasional program studi keperawatan.

“Nantinya mahasiswa STIKKU bisa mengikuti program internship di Jepang sebagai persiapan kerja di Jepang, 2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di Jepang,” katanya.

Sedangkan kerjasama dengan NSG College League Group yang merupakan sebuah korporasi besar di Jepang yang memiliki bisnis di berbagai sektor untuk menyalurkan lulusan STIKKU untuk bekerja di Jepang.

“Atas dasar rintisan kerjasama ini, maka tahun ini 11 orang lulusan prodi keperawatan STIKKU bulan Juni 2015 akan diberangkatkan ke Jepang. Semoga adanya kerjasama ini semakin memotivasi para mahasiswa dan lulusan STIKKU untuk segera menyiapkan diri memasuki pasar internasional dengan kompetensi transkulturalnya yang baik,” terangnya. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing