Pendidikan
MOS, SMK Samiudin Hindari Perpeloncoan
- Details
- Published on Saturday, 01 August 2015 02:42
- Written by Andry
- Hits: 61928
Kuningan Terkini - Aktifitas Masa Orientasi Siswa (MOS) yang digelar SMK Samiudin Plus (SP) Cipakem Maleber kepada para siswa barunya, benar-benar menghindari bentuk perpeloncoan. Terbukti, kegiatan MOS dfokuskan kepada hal positif yang berorientasi membangun tiga kecerdasan yaitu IQ, EQ dan SQ.
Beberapa materi pada MOS yang berlangsung selama tiga hari itu, memuat tentang pentingnya pendidikan wajar dikdas 12 tahun untuk anak, dan dampak pergaulan bebas bagi anak remaja dan praktek interaksi bersama warga masyarakat.
“Kegiatan MOS diikuti 20 siswa. Tujuan kegiatan adalah membangun tiga kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) pada anak agar mereka terbiasa melakukan hal-hal positif. Tentu dengan mengedepankan akhlak mulia, berkepribadian luhur, mandiri serta mempunyai rasa tanggungjawab dalam bermasyarakat dan berbangsa, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU pendidikan nomor 2 tahun 1989, pasal 4,” ucap Ketua Panitia, Toto Sazalitohir SPd usai kegiatan MOS kepada KaTer, Jumat (31/7/2015).
Dikatakan, pada puncak acara MOS sendiri dilakukan kegiatan baksos di lingkungan sekitar. Baksos bertujuan menumbuhkan jiwa sosial siswa sejak dini dan juga mengajak siswa untuk peduli terhadap sesama apalagi terhadap golongan yang kurang mampu. “Kalau sejak dini sudah belajar peduli, maka timbul jiwa sosial dan ini yang diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK SP Cipakem, Usman Yusup SPd menambahkan, masalah pendidikan di Desa Cipakem khususnya tingkat SLTA/SMA sangat memprihatinkan dan tentunya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Salah satu sekolah tingkat SLTP/SMP yang ada dicipakem yaitu MTs Ma’arif Cipakem.
“Setiap tahunnya, madrasah itu meluluskan 100 siswa. Sedangkan yang melanjutkan ke jenjang sekolah menengah jumlahnya hanya berkisar antara 30-40 persen. Ini artinya sekitar 60-70 persen putus sekolah,” katanya.
Dia menjelaskan, kebanyakan orang tua murid terkendala dengan keterbatasan biaya untuk melanjutkan ke sekolah yang jaraknya jauh dari rumah. Maka atas dasar itulah, Pemdes Desa Cipakem, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat dan agama sepakat perlu mendirikan sekolah tingkat SMA.
“Alhamdulillah atas niat, tekad dengan semangat jihad dan izin Allah SWT. Sehingga terwujud sebuah sekolah yaitu SMK Samiudin Plus Cipakem Kecamatan Maleber,” pungkasnya.(AND)





Comments
das cores.
RSS feed for comments to this post