• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Thu10092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

PNF Banyumas Puji TBP Ibu Milik H Sambas

Foto ilustrasi

Kuningan Terkini - Taman Bacaan Pustaka (TBP) Ibu milik H.SAMBAS SOERJADI (mantan anggota DPR-RI periode 1999-2004) di desa Cineumbeuy, Lebakwangi Kuningan dikunjungi PTK PNF Kabupaten Banyumas, Kamis kemarin. Dalam kunjungan kerjanya, selain ke TBP Ibu, rombongan PTK PNF Kabupaten Banyumas juga mengunjungi Disdikpora Kuningan, SKB, Paud unggulan, PKBM unggulan, LKP Tanti Cirendang.

Rombongan yang datang ke Taman Bacaan Pustaka Ibu di desa Cineumbeuy Lebakwangi memuji dan bangga serta puas melihat adanya perpustakaan di desa. Selain lokasinya representative, juga buku-bukunya lengkap dan berkualitas seperti Perpustakaan milik pemerintah.

Salah seorang pemerhati pendidikan, Toto Sudito yang akrab dipanggil Abah Mabora menilai, H.Sambas Soerjadi yang sekarang usianya memasuki 83 tahun adalah pendiri dan sponsor lahirnya PDI Perjuangan di Kuningan dan bisa disebut manusia langka yang perlu mendapat perhatian masyarakat serta pemerintah.

“Dalam perkembangan pengaruh Global seperti sekarang ini, mayoritas para pejabat cenderung berkeinginan untuk memperkaya diri. Namun, H.Sambas Soerjadi terbalik. Rumahnya yang sangat sederhana dan dalam kesehariannya, dicurahkan untuk melihat/berbuat baik pada masyarakat sekitar yang lebih miskin. Salah satunya menggelar khitanan massal sebanyak 24 kali,” kaya Abah Mabora menjelaskan.

Sementara H.Sambas Soerjadi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menjelaskan, pendirian perpustakaan ini merupakan obsesinya sejak masih menduduki kursi legislatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kuningan di sektor pendidikan. Saat duduk sebagai anggota DPR ia kerap menyuarakan betapa pentingnya kehadiran perpustakaan dan kegiatan pengembangan minat baca guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya bertekad Pustaka Ibu harus mampu bertahan hidup secara mandiri, sebagaimana diilhami dari almarhumah ibundanya Uti Kursiti. Semasa hidupnya selalu menekankan kepadanya untuk berdisiplin, bekerja keras, bersikap jujur dan perduli terhadap orang kecil,” katanya,

Lebih jauh H Sambas mengungkapkan, sebelum hijrah ke Jakarta, Ia bekerja sebagai guru SD dan terakhir sebagai penilik olahraga. Sehari -hari, lebih dikenal dan dipanggil Pa PENJAS ketimbang dipanggil Pa DEWAN. “Untuk sebuah kenang-kenangan, sebagai wong desa, saya menulis yang dituangkan dalam buku Otobiografinya dengan judul Guru Desa Melangkah Ke Senayan,” terangnya.(nonarizky)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing