• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Fri11092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

Seluruh Prodi STIKKU Terakreditasi B

Kuningan Terkini - Menjelang usia ke-9 tahun, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan meneguhkan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi kesehatan yang terdepan dalam mutu di Jawa Barat.

Pasalnya, STIKKU baru saja meraih prestasi dengan 2 program studinya yaitu prodi profesi ners dan keperawatan mendapatkan status akreditasi B dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0099/LAM-PTKes/Akr/Sar/XI/2015 dan Nomor 0100/LAM-PTKes/Akr/Pro/XI/2015. Dengan raihan status akreditasi tersebut, kini semua pogram studi di STIKKU yakni prodi kesehatan masyarakat (S1), kebidanan (D3), keperawatan (S1) dan ners (profesi) telah terakreditasi B, baik oleh BAN PT maupun LAM PT Kes.

“STIKKU merupakan PTS Kesehatan pertama di Ciayumajakuning yang semua prodinya terakreditasi B dan ketiga di wilayah Kopertis IV yang meliputi Jawa Barat dan banten,” ungkap Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy SKed saat menggelar konferensi pers di kampus setempat, Rabu (25/11/2015).

Menurut Asep, capaian prestasi ini harus disyukuri. Perjalanan panjang dan melelahkan selama 8 tahun terakhir mampu membuahkan hasil.

“Kebahagiaan dan kebanggan bukan hanya bagi civitas akademika STIKKU saja, namun menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan yang memiliki asset perguruan tinggi swasta yang semua prodinya terakreditasi B. Juga menjadi kebanggan Jawa Barat, karena berdasarkan fakta yang ada di Direktori Akreditasi BAN PT dan LAM PT Kes, masih banyak PTS kesehatan yang berakreditasi C atau belum terakreditasi,” bebernya.

Euphoria ini, lanjut Asep, tidak lantas meninabobokan civitas akademika STIKKU untuk tidak melakukan berbagai langkah perbaikan. Justru, dengan pengakuan eksterenal ini, STIKKU akan lebih memposisikan diri untuk membuktikan sikap mental terakreditasi B harus dapat diaktualisasikan dalam bentuk kiprah nyata.

“Kiprah nyatanya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bukan saja berstandar nasional, namun kini sudah mulai dirintis capaian standar-standar internasional,” ujarnya.

Asep menuturkan, tahun 2016 STIKKU ingin menjadi smart campus dengan pemanfaatan teknologi ICT yang lebih optimal dan massif. Semua layanan mahasiswa termasuk pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, harus sudah berbasis pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

“STIKKU akan lebih ekstensif dalam kerjasama internasional, khususnya pendayagunaan lulusan dan penyelenggaraan forum-forum ilmiah bertaraf nasional dan internasional,” ucapnya.

Demikian halnya berbagai inovasi dalam pembelajaran, juga akan segera diimplementasikan sebagai sistem terprogram. Seperti pendidikan interprofesional, pembelajaran berbasis riset, penguatan advokasi kebijakan kesehatan di daerah oleh para akademisi muda STIKKU dan peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kesehatan dengan berbagai RS pemerintah dan swasta di wilayah Ciayumajakuning dan Jawa Barat.

“Kita juga akan melakukan penguatan nursing center di desa-desa dan masih banyak lagi inovasi lainnya. Tentu saja, inovasi tersebut tidak hanya membutuhkan dukungan yayasan, namun juga stakeholders lainnya dalam hal ini Pemkab Kuningan dan Pempov Jawa Barat juga kalangan dunia usaha dan indsutri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan Prof Dr Hj Dewi L Badriah MKes AIFO memberikan ucapan selamat kepada Ketua STIKKU dan jajarannya yang telah fasih merencanakan kampus STIKKU terdepan dalam mutu. Kepemimpinan Asep Sufyan Ramadhy, mendapat apresiasi tinggi darinya, mengingat kata Dewi, Ketua STIKKU mampu mengakreditasikan semua prodi yang ada di STIKKU menjadi B.

“Saya harus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua STIKKU, karena atas kepemimpinan beliau semua bisa menunjukkan yang terbaik. Capaiannya tidak hanya lokal, tapi nasional bahkan internasional. Capaian yang sudah ditunjukkan oleh Ketua STIKKU dan jajarannya sangat membanggakan,” puji Dewi kepada Asep dan jajarannya.

Menurut Dewi, dari 400 lebih PT di Jabar, ternyata pada PTS Kesehatan hanya ada 3 saja yang telah memiliki akreditasi B, termasuk STIKKU.

“STIKKU ini tidak hanya menyeruak di Kabupaten Kuningan atau di wilayah III Cirebon saja, tetapi di Jabar dan nasional. Kita akan terus kerjasama dengan luar negeri  juga,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan ini mengungkapkan, saat ini berdasarkan penilaiannya, masyarakat Kuningan lebih bangga melanjutkan pendidikan kuliah ke luar daerah dari pada berkuliah di daerah sendiri. Padahal, saat ini PT di Kabupaten Kuningan sudah banyak dan sudah ada yang memperoleh akreditasi B, yakni STIKKU.

“Kalau di Kuningan sudah ada yang baik, kenapa harus cari di luar Kuningan,” ucapnya.

Perwakilan mahasiswa, Jani Ramjani yang menjabat sebagai Wakil Presma STIKKU mengaku bangga terhadap prestasi kampus dengan semua prodi terakreditasi B.

“Giliran semua mahasiswa STIKKU yang harus memberikan prestasi-prestasi,” singkatnya. (DHE)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing