• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Fri11092026

Last updateWIB3_SunAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1788664297+07:00SunAMWIBE

Pendidikan

Dosen STIKKU Presentasikan Hasil Riset di Thailand

Kuningan Terkini - Setelah melalui seleksi dan review yang ketat dan bertahap, akhirnya artikel penelitian yang merupakan hasil riset para dosen STIKKU lolos dan layak untuk dipresentasikan dalam forum internasional 4th Asian Academic Society International Conference (AASIC) 2016 di University of Mahidol Thailand yang berlangsung 10-13 Mei 2016.

Adapun wakil tim peneliti yang tampil untuk mempresentasikan hasil tersebut yaitu Nonok Nurcholisoh yang merupakan dosen tetap pada Program Studi Kebidanan STIKKU.

Penelitian yang dipresentasikan berjudul “The Transgender’s Motivation to be a HIV Counsellor” yang merupakan penelitian kualitatif terhadap kaum transgender di Rumah Rampak Polah Kabupaten Kuningan.

“Sebenarnya ada 3 orang peneliti yaitu saya (Asep Sufyan Ramadhy, tred) dan Ibu Icca Stella Amalia. Namun baik saya dan Ibu Ica berhalangan hadir karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan. Karena itu, saya mengdelegasikan Ibu Nonok yang kebetulan sejak 2 bulan yang lalu sudah dipersiapkan untuk berangkat mewakili tim peneliti,” kata Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy, Senin (16/5/2016).

Pria yang akrab disapa Kang Asep ini menegaskan, merupakan komitmen bagi dirinya untuk senantiasa mendorong para dosen dan tenaga kependidikan di STIKKU untuk mampu berkontribusi dalam setiap kegiatan pengembangan dan diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Baik itu di tingkat nasional maupun internasional.

“Sekalipun konsekuensinya tentu harus mengeluarkan biaya tinggi, nggak masalah. Yang penting para dosen STIKKU terus mampu bersaing bukan saja di tingkat nasional tapi juga global. Buat apa kita mengatakan diri siap ber-MEA atau ber-AFTA ria jika pada tataran implementasinya justru kita tidak memiliki rekam jejak untuk membuktikan bahwa kita berani bersaing dengan negara lain,” beber Kang Asep.

Lebih lanjut Kang Asep mengungkapkan, bahwa ia menargetkan pada tahun 2016 ini minimal ada 3 dosen STIKKU yang harus bisa lolos untuk presentasi dan publikasi dalam prosiding di konferensi internasional.

“Ya minimal masing-masing prodi 1 lah,” tandasnya. (dhe)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing