Pendidikan
Uniku-Kemenlu RI, MoU ASEAN Study Center
- Details
- Published on Wednesday, 18 January 2017 02:58
- Written by Nona Rizky
- Hits: 28937
Kuningan Terkini - Pendirian ASEAN Study Center, merupakan realisasi kerjasama Universitas Kuningan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dalam nota kesepahamannya itu mengenai pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Demikian disampaikan Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian, Bahris Paseng MA dalam rapat koordinasi bersama terkait bakal hadirnya Pusat Studi ASEAN atau Study Center di Universitas Kuningan (Uniku), Selasa (17/01/2017).
“Pembentukan ASEAN Study Center ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap usaha-usaha dalam memajukan kepentingan nasional dalam menghadapi MEA, seiring dengan usaha-usaha konstruktif dalam memperkuat regionalisme di kawasan Asia Tenggara,” tuturnya.
Selain itu Bahris menjelaskan, ASEAN Study Center Uniku dibentuk dalam rangka merespon perkembangan mutakhir institusi kerjasama regional di Asia Tenggara atau ASEAN, yang dalam dekade terakhir berkembang secara baik dan pesat. Baik secara horizontal maupun secara vertikal. Dari aspek visi, para pemimpin di negara-negara anggota ASEAN mempunyai target yang lebih tinggi, ketika tahun 2003 mereka mencanangkan pembentukan Komunitas ASEAN tahun 2020 yang pada tahun 2007 kemudian dipercepat menjadi 2015.
“Pusat Studi ASEAN Uniku dipandang perlu di bentuk Komunitas ASEAN. Komunitas ASEAN, bukan cuma sekedar cita-cita tetapi merupakan rekayasa politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang menjanjikan sekaligus berisiko,” jelasnya.
Posisi Indonesia di ASEAN sambung Bahris sangat penting. Selain dianggap the natural leader, Indonesia merupakan negara demokrasi yang dihormati dan diteladani yang ingin dijadikan model bagi berbagai negara di kawasan dan negara yang sekarang lagi transisi ke demokrasi. Indonesia juga satu-satunya Negara Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.
“Namun, selain berpotensi untuk memimpin arah agenda kerja ASEAN, Indonesia juga mempunyai berbagai masalah domestik dan bilateral maupun regional yang berpotensi memperberat kerjasama ASEAN. Masalah domestic, misalnya korupsi, penegakan hukum serta ancaman terhadap pluralisme. Sementara masalah bilateral maupun regional antara lain batas wilayah, pekerja migran, kejahatan transnasional dan kerusakan lingkungan hidup,” pungkasnya.(NonaRizky)




